Selasa, 10 April 2018

Kalut

Klimaks.
Ketika semua berjatuhan tepat di kepalamu.
Dan kamu tak dapat melakukan apapun kecuali menyerah.
Padahal hidupmu harus berlanjut.
Namun, semua yang bersinggungan denganmu seolah mengajakmu untuk menyerah saja.

Kau merasa butuh sandaran.
Namun, kau tak tau sandaran mana yang tepat.
Kau sudah merepotkan orang banyak.
Karena keegoisanmu.

Sekarang,
Kau baru merasakan.
Ingin sekali mengulang hal yang telah lalu.
Memperbaikinya.
Dan mulai hidup dengan damai.
Dengan menerima apapun yang kau punya.
Ingin rasanya pergi
Menelisik ruang waktu
Mengembalikan apa yang telah lalu

Sungguh
Aku ingin sekali menangis
Namun, Allah tak mau membiarkanku menjadi anak cengeng
Betapa
Hati ini tersayat-sayat
Setiap hari
Setiap waktu
Setiap saat
Bahkan ketika aku sedang bahagia
Seketika
Perasaanku berubah

Aku seperti abu
Aku ada, kecil
Namun tak dapat benar-benar hilang

Aku hidup dalam bayang-bayang
Yang mengejarku
Entahlah





Tolong, bantu aku
Ya Allah

Minggu, 07 Januari 2018

Cantiknya Air Terjun Kinanti dari Grobogan

Cantiknya Air Terjun Kinanti dari Grobogan



Salah satu tempat yang sebenarnya sangat cantik, jika dikelola dengan baik. Saat pertama kali menyusuri jalan untuk mencapai air terjun kinanti, saya sangat kesulitan karena tidak ada arah panah untuk menuju tempat tersebut. Hingga akhirnya saya memutuskan untuk bertanya dengan penduduk setempat.

Air Terjun Kinanti terletak di dusun Sarip, desa Karangasem, Wirosari, Grobogan. Dari Purwodadi membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam untuk sampai daerah tersebut. Karena pada saat saya ke sana sedang musim penghujan, jadi airnya berwarna kecoklatan.

Udara sejuk serta penduduk yang ramah sebenarnya sangat cocok untuk dijadikan tempat wisata. Ketika kemarin saya ke sana bersama teman saya, saya berhenti di mushola setempat untuk buang air kecil, tetapi tidak ada kamar mandi/ kamar kecil. Seorang ibu tiba-tiba datang dan menawarkan kamar mandinya untuk kami pakai.Tanpa perlu imbalan sepeserpun. Setelah itu saya diajak berbincang-bincang.

Sesampainya di sana, saya menitipkan motor di rumah warga setempat. Setelah itu saya berjalan menyusuri sawah yang membentang dengan sangat indah. Sungguh, saya sangat mengagumi pemandangan di sana. 






Sesampainya di air terjun kinanti, saya sangat kaget karena ketinggian dari air terjun tersebut. Kira-kira 12 meter lebih tingginya dan mempunyai kedalaman 4 meter. Namun sangat disayangkan karena Air Terjun Kinanti belum terekspos sama sekali. Padahal potensi wisatanya sangat besar. Karena anak sungai dari Air Terjun Kinanti juga panjang.

Rimbunnya pohon-pohon yang mengelilingi membuat air terjun tersebut tidak terlihat dari kejauhan. Adanya sampah yang berserakan pun membuat warna dari air menjadi kurang jernih. Jalan setapak licin membuat siapapun yang ingin ke sana harus berhati-hati.

Saya yakin, jika dikelola dengan baik pasti menjadi tempat wisata yang banyak dikunjungi.


Sebenarnya banyak sekali grojogan (air terjun) yang terdapat di daerah Wirosari. Mungkin jika pemerintah dan warga mau berkoordinasi tempat tersebut akan menjadi potensi wisata yang menguntungkan untuk perekonomian warga setempat. Terima kasih! :)


Jumat, 15 Desember 2017

Review Buku Sirkus Pohon karya Andrea Hirata

Review Buku Sirkus Pohon karya Andrea Hirata 
 

Pada kesempatan kali ini saya akan membahas mengenai review buku terbaru dari Andrea Hirata, yaitu Sirkus Pohon. Nah, review kali ini sekaligus untuk memenuhi tugas mata kuliah jurusan yang diampu oleh Ibu Santi.

Nama            : Laila Devy Eli Munandar
NIM              : 2101417070
Rombel         : 002/ Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Mata Kuliah : Dasar-Dasar Keterampilan Berbahasa Produktif (Menulis)

Judul           : Sirkus Pohon
Penulis        : Andrea Hirata
Penyunting : Imam Risdiyanto
Penerbit      : Penerbit Bentang (PT Bentang Pustaka)
Tebal Buku : xiv + 410 hlm ; 20,5 cm
Cetakan      : Pertama, Agustus 2017
ISBN          : 978-602-291-409-9

Dilansir dari CNN Indonesia, dijelaskan bahwa buku ini adalah satu-satunya novel Andrea Hirata yang ditulis paling lama. Ia membutuhkan waktu 4 tahun hanya untuk riset. Sedangkan proses menulisnya membutuhkan waktu 2 tahun.
Buku ini adalah buku karya Andrea Hirata yang kesepuluh. Nah, kali ini saya akan mereview buku Sirkus Pohon per babak. Saya akan menggunakan Teori Struktural Robert Stanton untuk mereviewnya. Sekedar informasi, Teori Struktural Robert Stanton adalah teori yang mengedepankan elemen pembangun karya sastra, yaitu fakta cerita, sarana cerita dan tema.



Fakta Cerita :
Alur percampuran yang digunakan oleh Andrea Hirata sangatlah menggelitik pembaca. Membuat pembaca penasaran, apa yang sebenarnya ingin disampaikan oleh Andrea Hirata. Pada bab pertama hingga bab kelima, ia menceritakan keresahan-keresahan yang dialami oleh tokoh 'aku' atau Sobri. Kebencian, kesedihan, keputus-asaan serta penyesalannya.

Pada bab selanjutnya, Andrea Hirata tiba-tiba menceritakan tokoh lain yaitu Tegar dan Tara anak kelas 5 SD. Tentang pertemuan mereka. Dari bab 6 hingga bab 11, Andrea Hirata menceritakan kisah tokoh 'aku' dan tokoh Tegar dengan Tara secara bergantian.

Lalu pada bab 12 hingga bab 15 dijelaskan tentang pekerjaan baru tokoh 'aku' yaitu badut. Dari awal ia wawancara hingga ia mulai bekerja. Kemudian pada bab selanjutnya Andrea baru menceritakan latar belakang dari ketiga tokoh tersebut.

Sebenarnya banyak tokoh yang diceritakan pada novel tersebut. Seperti si begundal Taripol, si Tamak Gastori, si Misterius Abdul Rapi yang masing-masing memiliki perbedaan masalah dan latar belakang.

Masing-masing memiliki andil dalam kehidupan Sobri. Seperti si Taripol yang membuatnya di usir dari rumah oleh adiknya. Gastori yang membuat Sirkus Badut impiannya gulung tikar. Dan Abdul Rapi yang memprovokasi Gastori.

Dari awal latar tempat yang digunakan Andrea untuk menceritakan kisah tersebut adalah di sebuah perkampungan Tanjung Lantai di Belitung. Seperti di Polsek Belantik, rumah panggung tua Melayu, Sungai Maharani, dan masih banyak lagi.

Sarana Cerita :
Judul yang digunakan pada setiap bab sudah mencerminkan isi pokok dari apa yang dimaksud oleh Andrea. contoh pada bab 3 "SMA Atau Sederajat" menjelaskan bahwa mencari pekerjaan itu sangatlah susah. Kebanyakan perusahaan atau tempat kerja mencari pegawai minimal lulusan SMA atau Sederajat.

Penggunaan bahasa pada novel Sirkus ini tidaklah terlalu banyak majas. Jadi mudah dipahami oleh orang yang awam sastra. Meskipun begitu, pengemasan bahasa yang dilakukan Andrea sangatlah apik dan imajinatif. Seakan Andrea memperlihatkan derajatnya dalam dunia sastra. Andrea juga tetap konsisten menggunakan bahasa yang masih kental dengan bahasa Melayu, yaitu bahasa yang menjadi bahasa daerah kampung Belitung. Ketika kita membaca novelnya, seolah kita bertolak ke kampung yang ia ceritakan.

Tema :
Sesuai dengan judul novelnya. Menurut saya, ide/gagasannya adalah sirkus dan pohon. Dimana setiap sirkus ada berbagai macam pertunjukan. Maka ada berbagai macam pula perilaku manusia. Pohon disini adalah sebagai tempat naungan orang-orang. Tempat meneduh, tempat merenung, tempat untuk dapat melihat lebih luas jika memanjat dari atas.

Andrea Hirata mengajak kita untuk terus berusaha apapun yang terjadi nantinya. Juga kita tidak boleh berlama-lama dengan kesedihan seperti pada bab 2 "40 Hari Kesedihan". Ia juga ingin membuka mata pembaca bahwa kebahagiaan itu bukanlah sesuatu yang selamanya mewah, mahal dan berkelas. Kebahagiaan itu dapat kita rasakan hanya dengan sesuatu yang mudah.

"Aku sendiri lebih dari rela tak dapat duit 30 juta rupiah. Bagiku duit itu tiada berarti demi menyelamatkan sirkus keliling di Tanah Air tercinta ini." - Sirkus Pohon halaman 378.

Selain diatas, Andrea juga menceritakan kisah perjuangan cinta 2 pasang muda mudi. Yaitu Sobri dengan Dinda dan Tegar dengan Tara. Masing-masing memiliki permasalahan yang berbeda. Sobri dengan Dinda yang terhalang magis yang mendera Dinda hingga ia diam saja tak mau bicara sepatah kata pun. Tegar dan Tara yang saling tidak mengenal, namun saling mencari. Meskipun mereka gagal saling menemukan. Namun pada akhirnya perjuangan mereka tak ada yang sia-sia. Mereka dipersatukan.

Salah satu kalimat favorit saya, "Tuhan menciptakan tangan seperti tangan adanya, kaki seperti kaki adanya, untuk memudahkan manusia bekerja." - Sirkus Pohon halaman 37.

Andrea pun menjelaskan permasalahan-permasalahan yang sering terjadi di perkampungan. Seperti situasi ekonomi, sosial dan politik di kampung Tanjung Lantai.

salah satu contoh keadaan ekonomi yang dijelaskan adalah :
"Melihat rumah reyot kami, datanglah petugas dari kantor desa mau menempelkan stiker bertulisan penuh pesona "Rumah Tangga Miskin-Binaan Desa" di dinding papan muka beranda." - Sirkus Pohon halaman 36-37.

Secara tidak sengaja, Andrea nampaknya juga menyindir tentang status sosial, yaitu pekerjaan. Masih banyak orang yang memuja pekerjaan tetap. Yaitu sebagai karyawan atau pun PNS. Hal itu dijelaskan pada bab 13 "Lebih Tetap daripada Matahari Terbit".

Mengenai situasi politik, Indonesia memiliki permasalahan yang sama dari ujung utara hingga ujung selatan. Kebanyakan permasalahannya adalah suap, setiap orang yang memiliki kekayaan lebih ialah pemenangnya. Seperti yang dilakukan oleh Gastori. Ia melakukan segala cara demi memenangkan pemilihan kepala desa Tanjung.

Demikian review yang saya tulis. Mohon maaf apabila masih banyak kekurangan.
Nah menurut saya, buku Sirkus Pohon karya Andrea Hirata ini sangat bagus. Bisa menjadi referensi penambahan kosa kata bagi yang sedang mempelajari bahasa. Banyak pelajaran yang dapat kita petik dengan membaca buku tersebut. Saya sangat menyukainya karena karya Andrea Hirata ini seperti menjelaskan bahwa "ini adalah Indonesia".

Untuk mengapresiasi penulis, belilah bukunya. Jangan hanya meminjam ya! :)



Salam,

Rabu, 15 November 2017

Gerakan Literasi Kampus

Gerakan Literasi Kampus


Nama : Laila Devy Eli Munandar
Tugas : Dasar-dasar Keterampilan Berbahasa Produktif
Rombel : 002
NIM : 2101417070
Prodi : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Dosen Pengampu : Santi Pratiwi Tri Utami, S.Pd., M.Pd.

Gerakan literasi atau biasa disebut gerakan membaca dan menulis merupakan salah satu hal yang bagus demi membangun peradaban bangsa. Tentu,  salah satu tujuannya adalah agar lahirnya masyarakat ataupun generasi gemar membaca dan suka menulis. Generasi yang mencintai buku atau karya tulis yang lainnya.

Sudah saatnya bangsa Indonesia, kita bangun melalui budaya membaca. Peradaban bangsa ini, harus bermula dari budaya literasi. Agar masyarakatnya menjadi kaya akan wawasan dan pengetahuan serta semakin bijak dalam bertindak atau menghadapi berbagai masalah hidup.
Selain dari mahasiswa, dosen pun harus ikut andil dalam hal ini. Dosen harus mampu meyakinkan kepada mahasiswanya, bahwa literasi itu penting demi peradaban dan kemajuan bangsa ini. Dosen harus memberi contoh dan dapat dijadikan contoh. Dosen harus "mampu" membaca dan menelurkan karya tulis yang bernama buku. Jika saja seluruh dosen yang ada di Indonesia ini bisa menghasilkan minimal satu buku selama ia mengajar, maka itu bisa menjadi motivasi bagi mahasiswanya untuk menghasilkan buku juga.

Bilak gerakan literasi dari kampus ke kampung ini belum bisa kita laksanakan sekarang juga, paling tidak bisa kita renungkan dan diskusikan secara bersama-sama oleh para dosen dan rekan-rekan mahasiswa, khususnya yang ada di Indonesia. Sehingga, nantinya gerakan tersebut dapat kita laksanakan dengan baik.

Berdasarkan jurnal Penyiapan Pendidik Abad 21 Melalui Budaya Literasi, siswa sekolah dasar mulai dibudayakan membaca, namun calon guru sekolah dasar belum sepenuhnya dibudayakan untuk membaca. Hasil temuan selama mengajar 7 tahun pada mahasiswa PGSD (Univesitas PGRI Semarang). Temuan yang pertama yaitu hasil tes UAS dan UTS yang merupakan jawaban mahasiswa adalah jawaban hasil mendengarkan penjelasan saat perkuliahan bukan berdasarkan membaca. Yang kedua, hasil pengamatan saat perkuliahan ketika berdiskus. Ditemukan dialog diskusi antara penyaji dan audien, penyaji saat menyampaikan hasil diskusi kelompok dengan membaca. Audien menanggapi penyaji dengan menanyakan materi tampak belum dipahami dengan pertanyaan yang belum mendasar pada hasil budaya membaca. Sebagai contoh pertanyaan yang muncul oleh audien "tolong jelaskan materi tentang bagian ...". Materi yang telah disampaikan diminta untuk diulangi menjelaskan. Hal ini tampak belum  adanya proses berpikir dan mengaitkan antara menyimak dan kemampuan membandinkan dengan hasil pengalaman yang dibacakan. Temuan ketiga, kebanyakan mahasiswa setelah mengikuti perkuliahan dan keluar ruangan terasa lepas dari hal yang diperbincangkan saat perkuliahan. Hal ini terbukti bila tidak ad atugas kelanjutan pembahasan mata kuliah tersebut, mahasiswa tidak membaca referensi yang diwajibkan dan mahasiswa tidak mempunyai catatan materi pokok perkuliahan.

Maka dari itu, menurut kami Gerakan Literasi Kampus sangat dibutuhkan. Karena mahasiswa adalah motor penggerak rakyat yang tidak diragukan lagi. Sudah banyak gerakan yang dilakukan. Akan tetapi, masih sedikit yang sadar pentingnya budaya membaca.

Beberapa contoh gerakan literasi yang telah dilakukan yaitu :
1. Universitas Negeri Semarang (UNNES) menyelenggarakan Konferensi Bahasa dan Sastra dengan pakar dari tiga negara, yaitu Indonesia, India, dan Vietnam. Para pakar dari Indonesia antara lain, Prof Dr Fathur Rokhman (pakar sosiolinguistik), Prof Dr Subyantoro (pakar psikolinguistik), Prof Dr Rustono (pakar pragmatik), dan Prof Agus Nuryatin (pakar sastra).
Selain itu hadir pu;a Satgas Gerakan Literasi Sekolah Kemdikbud RI Dr. Dewi Utama Fauziah, M.Pd dan Prof Dr Endry Bouriswati M.Pd, guru besar Pendidikan Bahasa di Universitas Negeri Jakarta.
Pakar dari India adalah Gautam Kumar Jha, asisten profesor pada Jawaharlal Nehru University, India. Sejak lama ia menekuni kajian tentang China dan Asia Tenggara pada School of Language Literature and Culture Studies.
Adapun pakar dari Vietnam adalah Ketua Jurusan Bahasa Indonesia di Vietnam National University Dr. Nguyen Thanh Tuan.

2. Seminar Gol A Gong (Inspirasi Menulis dalam Apresiasi Seni dan Literasi) yang digelar oleh Universitas Bojonegoro (Unigoro) pada Minggu, 16 Juli 2017.

3. Seminar Matematika XI, seminar bertemakan "Inovasi Matematika dan Pembelajarannya dalam Mendukung Gerakan Literasi" ini menghadirkan Ketua Program Studi Doktor Pendiidkan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sriwijaya Prof Dr Zulkardi MI Kom MSc. Beliau membahas tentang peranan Pendidikan Matetmatika Realistik Indonesia (PMRI) dalam mendukung gerakan literasi sekolah dan pendidikan karakter.

4. "Reading Marathon" yang dilakukan oleh Uniku (Universitas Kuningan) untuk menciptakan budaya gemar membaca dan menginisiasi Gerakan Literasi Kampus (GLK) pada hari Selasa, 12 September 2017.



Sumber :
1. https://ww.kompasiana.com/gunawanbp/literasi-dari-kampus-ke-kampung_59550f5b1594b478eb2
2. http://journal.upgris.ac.id/index.php/malihpeddas/article/view/1774/1426
3. http://unnes.ac.id/berita/bahas-literasi-unnes-datangkan-pakar-dari-tiga-negara/
4. https://www.jawapos.com/radarbojonegoro/read/2017/07/17/1686/literasi-harus-menjadi-nafas-kampus
5. http://unnes.ac.id/berita/dukung-gerakan-literasi-unnes-gelar-seminar-matematika-xi
6. https://uniku.ac.id/detail-berita1122-Reading-Marathon-dalam-Ospek-UNIKU-Pelopori-Gerakan-Literasi-Kampus.htm



Terimakasih.

Senin, 13 Juni 2016

Ada Apa dengan Kebun Binatang?

Ada Apa dengan Kebun Binatang?



Gimana sih menurut kalian tentang kebun binatang? Menarik? Atau membosankan?
Mungkin hanya aku yang gak suka ke kebun binatang. Kenapa? Karna aku tak tahan harus melihat mereka (read: hewan) tersiksa tanpa pernah mencicipi alam mereka yang asli.

Aku masih ingat dengan jelas. Ketika seekor gajah melihat ke arahku. Aku merasakan ada getaran ngilu yang seolah gajah tersebut mencoba untuk memberitahuku. Wajahnya sangat tak seperti sedang bahagia. Bahkan telah merasakan kesedihan yang amat lama ia pendam.

Tak hanya gajah. Ketika aku sedang duduk-duduk disudut kebun. Seekor kakaktua yang selalu melihat ke arahku.  Aku mencari tujuan dari pandangannya. Kulihat kiri kanan dan belakangku. Adakah seseorang yang kakaktua itu lihat. Namun sepertinya ia mencoba untuk mendapat perhatianku.

Akhirnya aku mendekatinya. Dan ketika kuajak bicara (entahlah aku suka sekali mengajak hewan bicara) ia malah mendekatkan tubuhnya dan sedikit menunduk. Seperti ingin dielus. Aku pun mengelus bulunya yang putih bersih nan halus itu.

Aku memperhatikannya.

Meski, aku yakin. Tak semua kebun binatang memperlakukan dengan kasar. Namun, kebun binatang yang "membiarkan" hewannya tak mendapatkan kebahagiaan amatlah tidak baik. Hewan juga seperti kita, mereka merasakan sakit, bahagia, marah, sedih, dan lain-lain. Tak hanya memperhatikan makanan dan kesehatannya. Pengelola kebun binatang seharusnya memperhatikan psikologis hewan juga.


Throwback


THROWBACK



Kepingan memori yang pernah hilang
Kini telah menjalar memenuhi seisi ruang
Ruang hati dan ruang pikiran

Entah apa yang membuat kembali semua ingatan
Cuplikan adegan terdahulu
Telah menusuk ulu hatiku

Menciptakan kembali rasa itu
Dan kini telah membelenggu

Atas dasar apa kau mempermainkanku?
Mengapa kau menduakanku?
Apa yang telah membuatmu berubah?

Dengan senyum manis dan tawa renyahmu kau melewatiku
Melewatiku sembari menggandeng tangan sahabat karibku
Tanpa permintaan maaf
Tanpa sapaan
Kau
Dengan dingin melewatiku begitu saja

Ya
Kau telah mendua dengan sahabatku
Apa kau tak tau?
Sekeras hati aku berusaha untuk tak pernah menyalahkanmu dan menyalahkannya
Sekuat tenaga aku tertawa dan tersenyum agar aku tak terlihat menyedihkan
Setegar jiwa aku mencoba bangkit dan melupakanmu
Dan masih menganggap dia sebagai sahabatku

Apa kau tak tau betapa menderitanya aku?
Ah, kau memang tak pernah tau
Takkan pernah tau
Dan tak mau tau

5 tahun yang lalu
Meski itu sudah sangat lama
Namun, keretakan hatiku
Meski telah kusatukan
Tapi takkan pernah kembali ke wujudnya

Selalu teringat sampai kapan pun
Maaf
Rasa sakit ini tak pernah hilang dengan sempurna
Karna kau telah menyakitiku dengan sempurna

Sabtu, 11 Juni 2016

I Miss You ❤

"I miss you. No, let me correct that, I miss the old you. I miss the old you that cared about me and the old you that would treat me so well" |🐤 : @PassionPosts

Hei. Seseorang nun jauh disana. Tahukah aku merindumu? Menunggu satu per satu kata darimu.

Aku rindu senyummu yang dulu pernah menggenggam hatiku. Aku rindu wajahmu yang selalu sukses membuatku tersipu.

Kau yang pernah memberi warna. Menyelaraskan rasa. Menyeimbangkan suka dan duka. Menciptakan harmoni antara aku dan cinta.

Aku yang telah terikat olehmu. Dan kamu yang telah memilihku. Dulu, kamu adalah rangkaian bunga mekar dihatiku. Beragam rasamu menyatu dalam relungku.

Ya. Itu dulu. Dulu ketika aku masih memilikimu. Dulu ketika kamu masih menganggapku kekasihmu.

Kamis, 09 Juni 2016

Bahagia? What's mean?

Kadang aku bingung
Apasih bahagia? Seperti apa bisa dikatakan bahagia? Apakah bahagia itu tertawa hingga terbahak-bahak? Atau bahagia itu adalah menangis terharu?
Harus pada level berapakah kita bisa disebut bahagia? Apakah dengan memamerkan kekayaan kita? Memamerkan kekerenan kita? Memamerkan kebersamaan kita dengan sahabat-sahabat kita? Atau dengan kekasih kita?
Harus berapa kali aku reset otakku mengenai bahagia?
Apakah kemenangan itu salah satu sebab bahagia? Atau penghargaan yg diberikan?
Sebenarnya, bahagia itu yg mana?
Banyak orang berkata : "Dengan melihat orang lain senang, aku sudah bahagia"
Benarkah itu? Apakah itu murni kebahagiaan? Atau kebahagiaan yg hanya dipura-purakan?
Realitanya mereka semua pura-pura. Semua orang bisa berkata "aku bahagia!" Tapi tak tahu apakah hatinya benar-benar bahagia atau tidak. Mereka sering memaksakan kehendak mereka untuk "merasa" bahagia. Tanpa sadar mereka telah membuat lembah penyesalan mereka menjadi lebih dalam.
Bahagia itu seperti apa? Apakah bisa diukur? Benarkah mereka bahagia?
Banyak sekali topeng yang mereka gunakan. Andaikan saja ada yang menjual. Pasti sudah laku habis dibeli oleh mereka yang katanya "bahagia".
Bahagia. Tinggal bagaimana cara kamu menyikapinya. Dengan cara sederhana kita dapat merasakan kebahagiaan hakiki.

Be yourself

Rabu, 17 Juni 2015

Semoga, kita tidak dipertemukan lagi dilain waktu

Semoga, kita tidak dipertemukan lagi dilain waktu

Oleh : Dela Ananda

Aku adalah seseorang yang pernah kamu pandang dengan kebahagiaan
Aku juga pernah kamu banggakan
Kita pernah saling membahagiakan
Bercanda dengan saling menertawakan

Kamu tak pernah hilang dari pandanganku
Kamu tak pernah lepas dari genggamanku
Kamu tak pernah pergi dari pikiranku
Tapi kali ini aku harus merelakanmu
Pergi menjauh dari hidupku

Mungkin untuk sementara
Atau untuk selamanya
Entah

Sakit memang
Harus melupakan semua kebiasaan-kebiasaan kita
Harus merubah segala yang pernah ditetapkan oleh kita
Harus menghilangkan kenangan-kenangan dan cerita
Yang pernah kita lukis bersama

Mungkin itu yang terbaik
Karena,
Hidupku tak sepantasnya melintasi garis hidupmu

Semoga kita tidak dipertemukan lagi dilain waktu
Karena aku tak mau
Kehilangan seseorang yang pernah sangat aku cintai dulu untuk kedua kalinya
Itu sangat menyakitkan

Meski aku tau
Aku dan kamu akan selalu menanyakan kabar tanpa saling memberitahu
Akan selalu bertegur sapa tanpa saling bertemu
Akan selalu mengingatkan tanpa saling terucap

Meski aku dan kamu tahu
Bahwa hanya rindu yang akan membelenggu
Hanya rindu yang akan membuat kita tersedu

Namun kita percaya
Bahwa rindu pula yang tak akan pernah buat kita lupa
Rindu pula yang akan buat kita bertemu walau dalam bayangan semu
Rindu yang selalu hanya bisa berkata "Kenapa aku dapat serindu ini denganmu?"
Dan hati yang tak pernah dapat menjawab pertanyaan itu

Pertanyaan menjengkelkan yang selalu sukses membuat isak tangisku pecah
Yang selalu membuatku merasa gundah
Yang selalu dapat mengingatkanku akan masa-masa yang indah
Mimpi yang tak akan pernah
Dapat terulang kembali :')

Jumat, 05 Juni 2015

Feeling Lonely

Selamat malam. Sebenernya aku bingung mau ngetik apa. Tapi biarlah jari-jariku menuliskan sendiri apa yang selama ini aku rasakan.
Pernah ga sih kamu merasa kesepian? Saat bumi mulai mendungukan telinga kamu di keramaian. Saat suara teman-temanmu yang tertawa tak lagi terdengar. Saat kamu sendirian, duduk termenung mendengarkan lantunan lagu-lagu kesedihan.
Mungkin kamu ga ngerasain itu. Atau mungkin kamu sama sepertiku. Ya. Aku tengah merasakan itu.
Entah apa yang telah terjadi padaku. Hari ini aku merasa sangat sepi. Aku adalah orang yang susah sekali untuk jatuh cinta. Sampai sekarang pun aku masih sulit untuk menetapkan hatiku ke orang yang benar-benar aku anggap tepat.
Teman-temanku pun tak dapat membantuku. Terlebih untuk sekarang. Terlalu sibuk untuk membicarakan "hal sepele" seperti itu.
 Tau ga sih. Ga selamanya orang yang terlihat bahagia merasakan bahagia yang sesungguhnya. Senyum, tawa dan candaku yang selama ini. Yang kata sahabat-sahabatku "seperti tanpa beban" ini sebenernya butuh banget untuk ditolong. Tapi bagaimana cara menolongnya? Aku pun tak tau. Makanya aku tak pernah cerita.
Ada hati yang teriris ketika beberapa teman dan sahabatmu mulai melangkahkan kaki menjauhimu dan memilih "teman sejati" nya dibandingkanmu. Dan kamu? Kamu masih saja sibuk mencari tanpa pernah mendapatkannya.
Sebenernya, banyak yang "pernah" mencoba memasuki ruang-ruang hatiku. Pernah juga aku mencoba untuk menerimanya. Tapi entah kenapa hati seperti berbisik "Kamu tidak bisa dengannya" dan aku pun mengikutinya.
Kadang aku iri dengan teman-teman yang telah memiliki dunianya sendiri. Aku selalu mencoba untuk mencari dan mencari. Tapi hati tak pernah dapat dibohongi.
Entah sudah berapa lamanya kekosongan ini tak pernah diisi. Entah berapa lama juga aku merasakan "sakit hati" tanpa disakiti. Just "Feeling Lonely".
Aku tak pernah menginginkan ada seseorang yang dapat mendampingi. Hanya saja ingin mencintai meski tanpa dicintai. Ingin merasakan getaran-getaran ketika ia melihatku. Ingin merasakan sedih ketika melihatnya dengan perempuan lain. Ingin menjadi seseorang yang selalu rindu akan kehadirannya.
Aku masih mencari "dia".

Minggu, 22 Juni 2014

Budaya Indonesia Luntur!!!

Orang jaman sekarang tidak pernah menhiraukan yang namanya "Budaya". Mereka hanya berfikir bagaimana esok akan berkembang. Mereka tidak berfikir gimana rusaknya generasi muda setelah mereka. Yang mereka tau hanyalah hidup senang tanpa ada masalah yang mengganggunya.

Orang jaman sekarang itu jarang sekali mau bersusah payah mendapatkan sesuatu. Mereka lebih menyukai hal yang instan. Contoh saja, untuk makanan pun mereka lebih senang pesan-antar karena tidak perlu membuang tenaga banyak. Tinggal telepon nomor yang tertera lalu sebentar saja sudah datang.

Sebenarnya mereka tau betapa susahnya perjuangan orang jaman dahulu untuk merebut Indonesia untuk menjadi Negara yang merdeka. Tetapi mereka seolah berpura-pura tolol dan tidak tahu-menahu tentang hal itu. Mereka membiarkan saran dan amanat orang terdahulu untuk selalu dan terus menjaga nama Indonesia di atas segala-galanya. Mereka hanya mengikuti perkembangan zaman yang semakin maju tanpa mempertahankan budaya asli Indonesia.

Contoh saja nih, di sekolahku tepatnya dikelasku. Untuk mengantri pun tak bisa, lebih spesifiknya sih tidak mau. Alasan yang mereka lontarkan banyak banget. Mulai dari yang logis sampai yang tidak bisa di logika. Inilah itulah, sudah menunggu lama lah apalah. Taulah, sungguh menyesakkan dada saja kelakuan mereka.

Dasar!! Inikah generasi muda penerus bangsa yang katanya "Cinta Tanah Air" ?? katanya "rela berkorban demi apapun untuk kemajuan dan keutuhan Tanah Air serta bangsa Indonesia" Mana buktinya? Omong kosong!

Disuruh menjaga budaya-budayanya saja tidak bisa, Disuruh mendalami budayanya sendiri aja ogah-ogahan. Beginikah sikap anak bangsa sekarang? Kecilnya dimanja, besarnya ngelunjak! Sama sekali tidak bisa menghargai perjuangan orang tua jaman dahulu yang pontang-panting, hidup dalam kesengsaraan dan banyak dari mereka yang mati kelaparan.

Ngakunya prihatin sama keadaan bangsanya, tapi berbuat sedikit demi kebaikan bersama saja tidak mau. Tidak mau kalo rugi! Apa jadinya bangsaku ini nanti? Bayangkan saja 10 tahun kedepan, 20 tahun kedepan, bahkan 100 tahun kedepan. Mungkin sudah tidak ada orang Indonesia yang memakai pakaian adat Indonesia, sudah punah penari-penari tradisional Indonesia. Mungkin mereka malu dengan budaya nenek moyang mereka sendiri.

Mereka yang lebih menyukai mode barat, yang menampakkan sesuatu yang seharusnya tidak ditampakkan. Sopan santun, adat, aliran musik, dan lain-lain yang tidak perlu malah ditiru habis-habisan dan tanpa ada penyaringan terlebih dahulu. Mereka telah buta oleh hal-hal yang mewah. Mereka telah buta dengan barang-barang yang menurut mereka itu keren.

Dimana rasa saling hormat? tolong menolong? Saling menghargai dan keramahan orang Indonesia itu? Sekadar menyapa temannya saja tidak mau. Sekadar diam dan menghargai orang tua saja merasa "tidak perlu" malah diolok-olok dengan percaya dirinya. Memanggil orang tua dengan sebutan "bro" . Itu budya mana? Budayanya siapa? Indonesia apa bukan?

Aku rindu masa-masa kesederhanaan bangsaku ini. Yang tidak pernah mengeluh akan kekurangannya. Yang tidak pernah protes meski tak sesuai dengan keinginannya. Yang selalu membantu sesama yang membutuhkan. Kekeluargaan yang begitu kental, kasih sayang yang selalu tercurah meskipun perbedaan menyelimutinya.

Sadarkah bangsaku ini? Pengaruh budaya asing yang sangat kuat telah mengikis budaya asli kita ! Tidakkah kita rindu dengan budaya kita sendiri? Budaya yang telah membesarkan nama Indonesia sebagai Negara dengan ragam budaya uniknya. Budaya yang telah lama ada di Indonesia , tersebar di 33 provinsi, 17508 pulau. Tidakkah kita menyadarinya? Betapa Indonesia adalah Negara yang sangat kaya. Tapi segini sajakah kekuatan Indonesia untuk menjaganya? Hingga direbut Negara lain tetapi masih saja diam? Santai? Sebenarnya apa yang ada dipikiran bangsaku ini?

Bayangkan saja, dengan tetangga terdekatnya pun tak saling kenal, tak tahu menahu orangnya mana, siapa namanya bahkan mungkin lupa kalau memiliki tetangga. Seperti inikah sikap bangsaku? Individualis!

Percuma kita mengadakan akulturasi kebudayaan agar Indonesia tidak tertinggal, tapi nyatanya malah asimilasi yang menjuarainya. Budaya kita dilunturkan! Dihapuskan dan dibuang! Apanya yang tertinggal? Ah iya, budayanya yang tertinggal. Budaya kita yang tertinggal! Dibawa pergi oleh angin dan tak kembali lagi.

Budaya kita digerus tanpa kita sadari. Kita dirusak budaya asing yang berbeda dengan budaya kita. Yang lebih bebas dengan budaya kita. Benar adanya, lebig susah berperan dengan kebudayaan jaman sekarang daripada berperang dengan para penjajah. Jika kita melawan penjajah sudah jelas mana yang perlu diserang. Tapi, jika kita berperang melawan kebudayaan jaman sekarang, mana yang perlu diserang?
Remaja sekarang ini yang sangat mudah terpengaruh budaya asing. Lupa akan budayanya sendiri. Dimana anak kecil yang suka main mobil-mobilan dari pelepah pisang? Dimana anak-anak yang gemar bermain dakon, bola bekel, perang-perangan dan lainnya? Dimana? Mereka yang saling berbagi. Mau mengalah. Mau menerima kekalahan. Dan peduli dengan kawannya.

Yang sekarang aku lihat hanyalah anak-anak yang egois, manja, sok-sokan. Senangnya hanya main tablet, game online, ke warnet. Tidak ada kreativitasnya sama sekali.
Lalu, dimana hilangnya permainan tradisional yang seru nan menyenangkan itu? Dimuseumkan kah? Menurutku tidak, mereka hanya menyimpan memori kemarin dalam ingatannya tanpa memberi tahu kepada penerus bangsa betapa menyenangkan dan beragamnya permainan tradisional Indonesia itu.


Aku berharap semoga mereka menyadari bahwa,
"INDONESIA ITU LEBIH INDAH TANPA CAMPUR TANGAN BANGSA LAIN YANG MENGUSIKNYA"

Thanks for Indonesia 


Rabu, 19 Maret 2014

KOS-KOSAN GILAA!


Kekonyolan
Pagi itu kami bangun kesiangan. Yah, namanya juga pemalas, tau kalo bangun kesiangan masih aja sempet-sempetnya nonton tv, nyari makan dengan jalan kaki, sambil ngobrol lagi. Ya, itulah kami. Aku, Yeni, Vita, Uke, sama Rita.
“eh, kita bangun jam berapa ini?” tanyaku sambil mengucek-ngucek mata.
 “Lu bangun jam 6 Dev, GILA! Dasar keboo!” kata Uke.
“Hehe, “ ucapku dengan polosnya.
“Eh, kita cari makan yuk?” timpal Yeni.
“Ayo” jawab Rita.
Yah namanya orang malas mah tetep aja malas, mo nyari makan aja cuma cuci muka pake air keran doang, ga peduli sama belek-belek yang segede gunung itu numpuk! Udah kaya tahi lalat aja, hahaha. Sumpah ga ada malunya!! Pas di warung buat beli sarapan ketemu sama anak kosan laen udah pada rapi-rapi semua, nah kita-kita ini masih rembes kek kambing congekan.
“Bujug! Udah pade rapi semua cuy, nah kita??” kataku.
“Hwahwahwahwa..”  suara dari mulut Vita itu emang terdengar nyeremin setengah cempreng. Hadeh
Mungkin emang Cuma kos-kosanku aja yang ada makhluk-makhluk nyeleneh kayak gitu kali ya, perasaan di kosan sebelah adem ayem aja tuh.
Yeni yang punya segepok baju kotor dibiarin begitu aja numpuk kayak tong sampah depan rumah, males banget tuh anak disuruh nyuci baju. Vita yang unik dengan ketawanya, juga bentuk tubuh yang kalo diliat dari belakang itu kaya bodinya si embak bencong depan pasar burung sebelah selatan simpang, Uke yang terkenal di antartika karena kelakuan super indahnya, yang suka meng-HAH temen di deketnya kalo dia lagi abis makan, gilee, ntu mulut udah kaya gas balon udara, sekali ketiup langsung wussss, anginnya kenceng abis!! Rita yang bakat terpendamnya diambil dari tanah, mentelll gila. Dan aku?? Si Princess kamar mandi alias Ratunya kamar mandi, selalu aja konser pas lagi di kamar mandi. Ga nyadar kalo kucing tetangga mati gara-gara denger suara gue.
Setelah kami bersarapan-sarapan ria sambil nonton tv sama cerita-cerita ngalor ngidul kayak emak-emak abis PMS, kami bergegas buat siap-siap ke sekolah. Gue liat jam, daan, “Eh, muke gile! Jam 7 kurang 15menit lagi bo! Cepetan mandi ala bebek-bebek yang berenang” kata gue gugup.Emang udah kebiasaan dari jaman masih di kandung emak-emak kita masing-masing, kita ntu udah di ciptakan sebagai manusia langka bin ajaib dah. Konyol abis.Pas mau berangkat sekolah, dan mereka yang lagi pade colak colek bedak ala kadarnya, gue sebagai manusia konyol terhormat memberi dukungan pada mereka-mereka. 
"Ayo bu, dikit lagi dikit lagi, udah mau keluar ini" kata gue tanpa dosa. 
Sontak yeni kaget dengan alaynya, "Ah elu! dikira emak-emak mau kawinan apa!" katanya cemberut.  
Vita nyang sedari tadi diem, diem-diem ngendus-ngendus bau ketek akhirnya ngeluarin juga sepatah dua patah kata yang di patah-patahin, die nye menyangkal akan kata yeni barusan "Yaelah, ntu bukan emak-emak kawinan keleus yen! Emak-emak lahiran ntu mah." 
Baru aje berjalan sekitar 15langkah, di gang deket kosan ntu ada seonggok makhluk berbulu tebal tapi agak tipis, nyeremin tapi agak manis lagi nangkring dengan indahnya! Yap! Anjing bo! Gua SHOCK yang dibarengin sambil makan gorengan lari terbirit-birit kaya pembalap Valentino Rossi. Temen-temen gue yang kaga tau apa-apa ngikut-ngikut lari juga, biar di kate Solidaritas kali, haha! Setelah agak jauh dan lumayan capek, Rita pun dengan gagahnya bertanya pada gue. 
"Eh, lu tadi ngapain lari? Lu di kejar anjing tadi? ha?"
"Ah enggak, gue cuman shock aja ngeliat ntu anjing" jawab gue sambil ketawa jungkir balik diatas kursi (nah padahal ga ada kursinya). 
Mengetahui hal itu, mereka-mereka yang pada lari ngikutin gue pasang mukebebek dengan unyunye (aslinya mah! jijik! haha). Mereka pade kesel ama tingkah gue yang katanya nyebelin ntu. Jail amat dah! Tapi meskipun jail gini , gue punya sedikit sisi feminim loh! yah meskipun sedikit haha. Contohnya gua mau tuh make facial foam buat anak cewe. Yah, walau cuma facial foam. Gak lebih.Dan dari jaman orok ampe sekarang kaga pernah yang namanya ke salon. *pasang muka datar*
Siangnya, musti ikut ekskul yang di wajibin ama sekolah, pramuka. Sebelum berangkat pramuka, pulang dulu ntuh kami-kami. Daripada bosen nungguin pramuka tiba, gue sama yeni nonton movie yang disetel dari notebook (hasil ngopy punya temen). Saking dramatisnya ntu adegan, gue sama yeni ampe dleweran ngluarin air kringet, eh air mata ding. Pas gue ngliat yeni dan ternyata yeni ngliat gue, muke ketemu muke. Bergaya pose kaya adegan mo ciuman, setelah 5 detik gue kaga nahan akan bentuk wajah supernya dengan dilapisi air mata ntu. Sumpah jijik banget gue ngliatnye. Ngakak sepuasnye ampe perut mules kaya nahan boker bo' . Gue langsung ngacir ke kamar buat menghindari serangan tak terduga dari yeni dan mo siap-siap buat pramuka. Disusul para wedokan-wedokan ntu. Dandan serapi mungkin biar kliatan abis mandi padahal mah enggak. Wajah dibuat seseger mungkin, kalo perlu pake es batu ditempelin dimuka. Pake parfum hasil nodong rita, gak mau banget modal. Trus tinggal brangkat ke sekolah. Lalala yeyeye.
Malemnya, sebuah kejadian penuh derita menimpaku ama yeni. Biasalah kalo anak kos itu malemnya berkeliaran kayak kelelawar nyari makan. Sambil berjalan indah kami bercanda gurau dengan suara parau bikin takut para manusiau dan kenapau ngomongnyau jadi adau au au nyau. Ah, sudahlah jangan dilupakan. Eh, maksudnya lupakan aja. 
Bahagianya yang pade punya pacar coy, lah gue sama yeni cuma bisa nangis-nangis alay melihat yang pade pacaran. Parahnya lagi idung kami ini sampe ngluarin sejenis bahan kimia yang bisa bikin geli para pelihatnya dan bisa bikin ngakak yang punya. Yup! Ntu ingus gue sama yeni. Iuuuh, jijik jijik jijik. Nah mo gimana lagi, saking gak tahannya ngliat vita yang lagi ngapel sama pacarnya. Uke sama rita yang lagi asyik telponan ame pacarnya dan sebangsa manusia lain disitu yang juga lagi pada ngapel.
Akhirnya gue sama yeni mutusin buat pulang aje. Nah, ternyata uke sama rita yang sedari tadi anteng kaga ada suara silaunya bin asik ama hpnya sendiri Udah pulang duluan meninggalkan jejak yang pengen gua hapus aje. Gile bener, bayangannye ditinggal trus mrengek minta dibeliin permen. Lah, ntu bayangan ape anak kecil sih? Jangan-jangan malah si opie kumis yang botak eh tuyul yang botak. *I'MSHOCK sementara yeni megap-megap.
Gue sama yeni yang kaga mau ambil pusing dengan semua ntu, akhirnya pulang dengan saling meluk, trus ngelus-ngelus rambut eh tapi tepatnya ngacak-ngacak rambut. Udah kaya kucing lagi bertengkar ame istrinye.
Pas lagi dramatis-dramatisnye lewatlah seekor vita yang diboncengin ama pacarnya and say hey with our.
"Haaaii." kata vita yang tampang muke unyu padahal mah jijay.
"Iuuuuh." jawab gue sama yeni sambil megang perut, takut nanti kalo perut gue alergi denger suara ala-ala bancinya vita.
Seketika itu juga yeni mewekan gajelas. Sumpah gajelas banget, ampe raut mukanye udah berbentuk segitiga piramida.
Malam KeSimpangan
Malem yang paling gue benci ya malem itu. Pas gue, vita sama yeni lagi keluar buat nyari makan. Rencananya sih yeni mau ketemu tuh sama selingkuhannya. Waktu itu juga ane sama vita pake baju yang kaga ada sakunye *kebetulan bingit* . Akhirnya dengan nada terpaksa yang sedikit di ayun-ayunkan, ane nitip duit sama yeni.
"Yen, temen lu yang cantik, baik, imut, lucu, kece, dan rajin menabung ini kaga ada saku buat naroh duit, boleh dong kalo duit gue dititipin ke elo ya kan ya kan??" kata gue sambil genit.
Muka males sedikit pengen muntah yeni jawab "Iye-iye, nasib baik gue konco kandung lu dev!"
"Hahahaha, ya iyalah masak konco tiri? Nanti malah die nyanyi lagu kaya gini *Konco tiri hanya cinta kepada konco kandungnya saja* wkwks" sahut menjeng dengan suara dangdutnya yang aduhaii kaya kaleng krupuk lagi di maenin anak kecil.
"Yaudelah kagausah nyanyi lagi bisa kan? Ntu suara udah nyaingin suaranya kucing beranak tau, yok brangkat cuss" kata gue menyela.
Dengan muka cemberut, bibir dimanyun-manyuni udah kaya ikan kakap kesambar petir, vita pun akhirnya kaga jadi ngambek karena bakalan makan malem *dinner gitu katanya, eh tapi sama gue dan yeni dinnernya* . Ditengah perjalanan nggak taunya muncul sesosok makhluk besar, tinggi, rambutnya dijungkir balikin kaya kaka slank abis catokan berjalan mendekati gerombolan orang konyol yang isinya bernama devy, vita dan yeni. Dan manggil-manggil nama yeni.
"Yen! Yeni... " teriak makhluk itu diseberang jalan sana.
Karena yeni ketakutan dan dia panas-demam tinggi-tipes tapi semua itu boong, dia cuma bisa diem berpangku tangan trus ngomong sama gue "Dev, urus ntu orang satu daritadi manggil gue mulu, pens gue kali yak?"
"Haliah, kek gitu doang mah kecil meen" jawab gue santai.
Gue lalu berjalan mendekati si makhluk aneh itu dan bernegosiasi dengannya. Gue balik ke tempat dimana yeni sama vita duduk tadi sambil bawa tu makhluk yang diperkirakan sebangsa cowok. Yah, masih satu spesies dengan cewek, hanya beda kelamin doang. Iya itu.
To Be Continued 
Ada segudang kata-kata buat kalian-kalian. :)
Thanks