Rabu, 15 November 2017

Gerakan Literasi Kampus

Gerakan Literasi Kampus


Nama : Laila Devy Eli Munandar
Tugas : Dasar-dasar Keterampilan Berbahasa Produktif
Rombel : 002
NIM : 2101417070
Prodi : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Dosen Pengampu : Santi Pratiwi Tri Utami, S.Pd., M.Pd.

Gerakan literasi atau biasa disebut gerakan membaca dan menulis merupakan salah satu hal yang bagus demi membangun peradaban bangsa. Tentu,  salah satu tujuannya adalah agar lahirnya masyarakat ataupun generasi gemar membaca dan suka menulis. Generasi yang mencintai buku atau karya tulis yang lainnya.

Sudah saatnya bangsa Indonesia, kita bangun melalui budaya membaca. Peradaban bangsa ini, harus bermula dari budaya literasi. Agar masyarakatnya menjadi kaya akan wawasan dan pengetahuan serta semakin bijak dalam bertindak atau menghadapi berbagai masalah hidup.
Selain dari mahasiswa, dosen pun harus ikut andil dalam hal ini. Dosen harus mampu meyakinkan kepada mahasiswanya, bahwa literasi itu penting demi peradaban dan kemajuan bangsa ini. Dosen harus memberi contoh dan dapat dijadikan contoh. Dosen harus "mampu" membaca dan menelurkan karya tulis yang bernama buku. Jika saja seluruh dosen yang ada di Indonesia ini bisa menghasilkan minimal satu buku selama ia mengajar, maka itu bisa menjadi motivasi bagi mahasiswanya untuk menghasilkan buku juga.

Bilak gerakan literasi dari kampus ke kampung ini belum bisa kita laksanakan sekarang juga, paling tidak bisa kita renungkan dan diskusikan secara bersama-sama oleh para dosen dan rekan-rekan mahasiswa, khususnya yang ada di Indonesia. Sehingga, nantinya gerakan tersebut dapat kita laksanakan dengan baik.

Berdasarkan jurnal Penyiapan Pendidik Abad 21 Melalui Budaya Literasi, siswa sekolah dasar mulai dibudayakan membaca, namun calon guru sekolah dasar belum sepenuhnya dibudayakan untuk membaca. Hasil temuan selama mengajar 7 tahun pada mahasiswa PGSD (Univesitas PGRI Semarang). Temuan yang pertama yaitu hasil tes UAS dan UTS yang merupakan jawaban mahasiswa adalah jawaban hasil mendengarkan penjelasan saat perkuliahan bukan berdasarkan membaca. Yang kedua, hasil pengamatan saat perkuliahan ketika berdiskus. Ditemukan dialog diskusi antara penyaji dan audien, penyaji saat menyampaikan hasil diskusi kelompok dengan membaca. Audien menanggapi penyaji dengan menanyakan materi tampak belum dipahami dengan pertanyaan yang belum mendasar pada hasil budaya membaca. Sebagai contoh pertanyaan yang muncul oleh audien "tolong jelaskan materi tentang bagian ...". Materi yang telah disampaikan diminta untuk diulangi menjelaskan. Hal ini tampak belum  adanya proses berpikir dan mengaitkan antara menyimak dan kemampuan membandinkan dengan hasil pengalaman yang dibacakan. Temuan ketiga, kebanyakan mahasiswa setelah mengikuti perkuliahan dan keluar ruangan terasa lepas dari hal yang diperbincangkan saat perkuliahan. Hal ini terbukti bila tidak ad atugas kelanjutan pembahasan mata kuliah tersebut, mahasiswa tidak membaca referensi yang diwajibkan dan mahasiswa tidak mempunyai catatan materi pokok perkuliahan.

Maka dari itu, menurut kami Gerakan Literasi Kampus sangat dibutuhkan. Karena mahasiswa adalah motor penggerak rakyat yang tidak diragukan lagi. Sudah banyak gerakan yang dilakukan. Akan tetapi, masih sedikit yang sadar pentingnya budaya membaca.

Beberapa contoh gerakan literasi yang telah dilakukan yaitu :
1. Universitas Negeri Semarang (UNNES) menyelenggarakan Konferensi Bahasa dan Sastra dengan pakar dari tiga negara, yaitu Indonesia, India, dan Vietnam. Para pakar dari Indonesia antara lain, Prof Dr Fathur Rokhman (pakar sosiolinguistik), Prof Dr Subyantoro (pakar psikolinguistik), Prof Dr Rustono (pakar pragmatik), dan Prof Agus Nuryatin (pakar sastra).
Selain itu hadir pu;a Satgas Gerakan Literasi Sekolah Kemdikbud RI Dr. Dewi Utama Fauziah, M.Pd dan Prof Dr Endry Bouriswati M.Pd, guru besar Pendidikan Bahasa di Universitas Negeri Jakarta.
Pakar dari India adalah Gautam Kumar Jha, asisten profesor pada Jawaharlal Nehru University, India. Sejak lama ia menekuni kajian tentang China dan Asia Tenggara pada School of Language Literature and Culture Studies.
Adapun pakar dari Vietnam adalah Ketua Jurusan Bahasa Indonesia di Vietnam National University Dr. Nguyen Thanh Tuan.

2. Seminar Gol A Gong (Inspirasi Menulis dalam Apresiasi Seni dan Literasi) yang digelar oleh Universitas Bojonegoro (Unigoro) pada Minggu, 16 Juli 2017.

3. Seminar Matematika XI, seminar bertemakan "Inovasi Matematika dan Pembelajarannya dalam Mendukung Gerakan Literasi" ini menghadirkan Ketua Program Studi Doktor Pendiidkan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sriwijaya Prof Dr Zulkardi MI Kom MSc. Beliau membahas tentang peranan Pendidikan Matetmatika Realistik Indonesia (PMRI) dalam mendukung gerakan literasi sekolah dan pendidikan karakter.

4. "Reading Marathon" yang dilakukan oleh Uniku (Universitas Kuningan) untuk menciptakan budaya gemar membaca dan menginisiasi Gerakan Literasi Kampus (GLK) pada hari Selasa, 12 September 2017.



Sumber :
1. https://ww.kompasiana.com/gunawanbp/literasi-dari-kampus-ke-kampung_59550f5b1594b478eb2
2. http://journal.upgris.ac.id/index.php/malihpeddas/article/view/1774/1426
3. http://unnes.ac.id/berita/bahas-literasi-unnes-datangkan-pakar-dari-tiga-negara/
4. https://www.jawapos.com/radarbojonegoro/read/2017/07/17/1686/literasi-harus-menjadi-nafas-kampus
5. http://unnes.ac.id/berita/dukung-gerakan-literasi-unnes-gelar-seminar-matematika-xi
6. https://uniku.ac.id/detail-berita1122-Reading-Marathon-dalam-Ospek-UNIKU-Pelopori-Gerakan-Literasi-Kampus.htm



Terimakasih.

Senin, 13 Juni 2016

Ada Apa dengan Kebun Binatang?

Ada Apa dengan Kebun Binatang?



Gimana sih menurut kalian tentang kebun binatang? Menarik? Atau membosankan?
Mungkin hanya aku yang gak suka ke kebun binatang. Kenapa? Karna aku tak tahan harus melihat mereka (read: hewan) tersiksa tanpa pernah mencicipi alam mereka yang asli.

Aku masih ingat dengan jelas. Ketika seekor gajah melihat ke arahku. Aku merasakan ada getaran ngilu yang seolah gajah tersebut mencoba untuk memberitahuku. Wajahnya sangat tak seperti sedang bahagia. Bahkan telah merasakan kesedihan yang amat lama ia pendam.

Tak hanya gajah. Ketika aku sedang duduk-duduk disudut kebun. Seekor kakaktua yang selalu melihat ke arahku.  Aku mencari tujuan dari pandangannya. Kulihat kiri kanan dan belakangku. Adakah seseorang yang kakaktua itu lihat. Namun sepertinya ia mencoba untuk mendapat perhatianku.

Akhirnya aku mendekatinya. Dan ketika kuajak bicara (entahlah aku suka sekali mengajak hewan bicara) ia malah mendekatkan tubuhnya dan sedikit menunduk. Seperti ingin dielus. Aku pun mengelus bulunya yang putih bersih nan halus itu.

Aku memperhatikannya.

Meski, aku yakin. Tak semua kebun binatang memperlakukan dengan kasar. Namun, kebun binatang yang "membiarkan" hewannya tak mendapatkan kebahagiaan amatlah tidak baik. Hewan juga seperti kita, mereka merasakan sakit, bahagia, marah, sedih, dan lain-lain. Tak hanya memperhatikan makanan dan kesehatannya. Pengelola kebun binatang seharusnya memperhatikan psikologis hewan juga.


Throwback


THROWBACK



Kepingan memori yang pernah hilang
Kini telah menjalar memenuhi seisi ruang
Ruang hati dan ruang pikiran

Entah apa yang membuat kembali semua ingatan
Cuplikan adegan terdahulu
Telah menusuk ulu hatiku

Menciptakan kembali rasa itu
Dan kini telah membelenggu

Atas dasar apa kau mempermainkanku?
Mengapa kau menduakanku?
Apa yang telah membuatmu berubah?

Dengan senyum manis dan tawa renyahmu kau melewatiku
Melewatiku sembari menggandeng tangan sahabat karibku
Tanpa permintaan maaf
Tanpa sapaan
Kau
Dengan dingin melewatiku begitu saja

Ya
Kau telah mendua dengan sahabatku
Apa kau tak tau?
Sekeras hati aku berusaha untuk tak pernah menyalahkanmu dan menyalahkannya
Sekuat tenaga aku tertawa dan tersenyum agar aku tak terlihat menyedihkan
Setegar jiwa aku mencoba bangkit dan melupakanmu
Dan masih menganggap dia sebagai sahabatku

Apa kau tak tau betapa menderitanya aku?
Ah, kau memang tak pernah tau
Takkan pernah tau
Dan tak mau tau

5 tahun yang lalu
Meski itu sudah sangat lama
Namun, keretakan hatiku
Meski telah kusatukan
Tapi takkan pernah kembali ke wujudnya

Selalu teringat sampai kapan pun
Maaf
Rasa sakit ini tak pernah hilang dengan sempurna
Karna kau telah menyakitiku dengan sempurna

Sabtu, 11 Juni 2016

I Miss You ❤

"I miss you. No, let me correct that, I miss the old you. I miss the old you that cared about me and the old you that would treat me so well" |🐤 : @PassionPosts

Hei. Seseorang nun jauh disana. Tahukah aku merindumu? Menunggu satu per satu kata darimu.

Aku rindu senyummu yang dulu pernah menggenggam hatiku. Aku rindu wajahmu yang selalu sukses membuatku tersipu.

Kau yang pernah memberi warna. Menyelaraskan rasa. Menyeimbangkan suka dan duka. Menciptakan harmoni antara aku dan cinta.

Aku yang telah terikat olehmu. Dan kamu yang telah memilihku. Dulu, kamu adalah rangkaian bunga mekar dihatiku. Beragam rasamu menyatu dalam relungku.

Ya. Itu dulu. Dulu ketika aku masih memilikimu. Dulu ketika kamu masih menganggapku kekasihmu.

Kamis, 09 Juni 2016

Bahagia? What's mean?

Kadang aku bingung
Apasih bahagia? Seperti apa bisa dikatakan bahagia? Apakah bahagia itu tertawa hingga terbahak-bahak? Atau bahagia itu adalah menangis terharu?
Harus pada level berapakah kita bisa disebut bahagia? Apakah dengan memamerkan kekayaan kita? Memamerkan kekerenan kita? Memamerkan kebersamaan kita dengan sahabat-sahabat kita? Atau dengan kekasih kita?
Harus berapa kali aku reset otakku mengenai bahagia?
Apakah kemenangan itu salah satu sebab bahagia? Atau penghargaan yg diberikan?
Sebenarnya, bahagia itu yg mana?
Banyak orang berkata : "Dengan melihat orang lain senang, aku sudah bahagia"
Benarkah itu? Apakah itu murni kebahagiaan? Atau kebahagiaan yg hanya dipura-purakan?
Realitanya mereka semua pura-pura. Semua orang bisa berkata "aku bahagia!" Tapi tak tahu apakah hatinya benar-benar bahagia atau tidak. Mereka sering memaksakan kehendak mereka untuk "merasa" bahagia. Tanpa sadar mereka telah membuat lembah penyesalan mereka menjadi lebih dalam.
Bahagia itu seperti apa? Apakah bisa diukur? Benarkah mereka bahagia?
Banyak sekali topeng yang mereka gunakan. Andaikan saja ada yang menjual. Pasti sudah laku habis dibeli oleh mereka yang katanya "bahagia".
Bahagia. Tinggal bagaimana cara kamu menyikapinya. Dengan cara sederhana kita dapat merasakan kebahagiaan hakiki.

Be yourself

Rabu, 17 Juni 2015

Semoga, kita tidak dipertemukan lagi dilain waktu

Semoga, kita tidak dipertemukan lagi dilain waktu

Oleh : Dela Ananda

Aku adalah seseorang yang pernah kamu pandang dengan kebahagiaan
Aku juga pernah kamu banggakan
Kita pernah saling membahagiakan
Bercanda dengan saling menertawakan

Kamu tak pernah hilang dari pandanganku
Kamu tak pernah lepas dari genggamanku
Kamu tak pernah pergi dari pikiranku
Tapi kali ini aku harus merelakanmu
Pergi menjauh dari hidupku

Mungkin untuk sementara
Atau untuk selamanya
Entah

Sakit memang
Harus melupakan semua kebiasaan-kebiasaan kita
Harus merubah segala yang pernah ditetapkan oleh kita
Harus menghilangkan kenangan-kenangan dan cerita
Yang pernah kita lukis bersama

Mungkin itu yang terbaik
Karena,
Hidupku tak sepantasnya melintasi garis hidupmu

Semoga kita tidak dipertemukan lagi dilain waktu
Karena aku tak mau
Kehilangan seseorang yang pernah sangat aku cintai dulu untuk kedua kalinya
Itu sangat menyakitkan

Meski aku tau
Aku dan kamu akan selalu menanyakan kabar tanpa saling memberitahu
Akan selalu bertegur sapa tanpa saling bertemu
Akan selalu mengingatkan tanpa saling terucap

Meski aku dan kamu tahu
Bahwa hanya rindu yang akan membelenggu
Hanya rindu yang akan membuat kita tersedu

Namun kita percaya
Bahwa rindu pula yang tak akan pernah buat kita lupa
Rindu pula yang akan buat kita bertemu walau dalam bayangan semu
Rindu yang selalu hanya bisa berkata "Kenapa aku dapat serindu ini denganmu?"
Dan hati yang tak pernah dapat menjawab pertanyaan itu

Pertanyaan menjengkelkan yang selalu sukses membuat isak tangisku pecah
Yang selalu membuatku merasa gundah
Yang selalu dapat mengingatkanku akan masa-masa yang indah
Mimpi yang tak akan pernah
Dapat terulang kembali :')

Jumat, 05 Juni 2015

Feeling Lonely

Selamat malam. Sebenernya aku bingung mau ngetik apa. Tapi biarlah jari-jariku menuliskan sendiri apa yang selama ini aku rasakan.
Pernah ga sih kamu merasa kesepian? Saat bumi mulai mendungukan telinga kamu di keramaian. Saat suara teman-temanmu yang tertawa tak lagi terdengar. Saat kamu sendirian, duduk termenung mendengarkan lantunan lagu-lagu kesedihan.
Mungkin kamu ga ngerasain itu. Atau mungkin kamu sama sepertiku. Ya. Aku tengah merasakan itu.
Entah apa yang telah terjadi padaku. Hari ini aku merasa sangat sepi. Aku adalah orang yang susah sekali untuk jatuh cinta. Sampai sekarang pun aku masih sulit untuk menetapkan hatiku ke orang yang benar-benar aku anggap tepat.
Teman-temanku pun tak dapat membantuku. Terlebih untuk sekarang. Terlalu sibuk untuk membicarakan "hal sepele" seperti itu.
 Tau ga sih. Ga selamanya orang yang terlihat bahagia merasakan bahagia yang sesungguhnya. Senyum, tawa dan candaku yang selama ini. Yang kata sahabat-sahabatku "seperti tanpa beban" ini sebenernya butuh banget untuk ditolong. Tapi bagaimana cara menolongnya? Aku pun tak tau. Makanya aku tak pernah cerita.
Ada hati yang teriris ketika beberapa teman dan sahabatmu mulai melangkahkan kaki menjauhimu dan memilih "teman sejati" nya dibandingkanmu. Dan kamu? Kamu masih saja sibuk mencari tanpa pernah mendapatkannya.
Sebenernya, banyak yang "pernah" mencoba memasuki ruang-ruang hatiku. Pernah juga aku mencoba untuk menerimanya. Tapi entah kenapa hati seperti berbisik "Kamu tidak bisa dengannya" dan aku pun mengikutinya.
Kadang aku iri dengan teman-teman yang telah memiliki dunianya sendiri. Aku selalu mencoba untuk mencari dan mencari. Tapi hati tak pernah dapat dibohongi.
Entah sudah berapa lamanya kekosongan ini tak pernah diisi. Entah berapa lama juga aku merasakan "sakit hati" tanpa disakiti. Just "Feeling Lonely".
Aku tak pernah menginginkan ada seseorang yang dapat mendampingi. Hanya saja ingin mencintai meski tanpa dicintai. Ingin merasakan getaran-getaran ketika ia melihatku. Ingin merasakan sedih ketika melihatnya dengan perempuan lain. Ingin menjadi seseorang yang selalu rindu akan kehadirannya.
Aku masih mencari "dia".